Home » , » Wisata Ziarah Makam Syekh Quro Karawang

Wisata Ziarah Makam Syekh Quro Karawang

Proses Islamisasi di tanah Pajajaran ( Jawa Barat ) tidak akan lepas dari syekh Quro yang dikabarkan beliau pertama yang masuk ke tanah jawa untuk menyebarkan agama hak yaitu agama islam.
foto makam syekh quro
satrialarangan.blogspot.com

Dalam beberapa sumber literatur, Syekh Quro memiliki nama asli Syekh Hasanudin yang berasal dari Champa (saat ini wilayah Vietnam selatan ) yang lebih dahulu hadir di tatar Pasundan terutama di Karawang untuk menyebarkan agama islam pada masa Prabu Anggalarang ( Penguasa Kerajaan Pajajaran saat itu yang mayoritasnya beragama Hindu ).

Sebelum memulai penyebaran islam di Kawarang , terlebih dahulu syekh Quro datang ke Muara Jati Cirebon dan disambut baik oleh Ki Gedeng Tapa salah seorang syahbandar terkenal kala itu. Namun keberadaan Syekh Quro tampaknya terdengar oleh penguasa saat itu bernama Prabu Anggalarang.

Syekh dianggap menjadi penyakit utama di kerajaan saat itu karena secara bertahap rakyat Pajajaran menjadi pengikutnya , akhirnya Prabu Anggalaran mengutus kepercayaannya untuk mengusir Syekh dari tanah Cirebon, namun semangat beliau dalam menyebarkan agama tampaknya tidak pernah sirna meskipun harus meninggalkan Cirebon. Syekh pun menyetujui untuk diusir dari Cirebon akan tetapi beliau berkata bahwa salah satu dari Pajajaran akan menjadi penerus perjuangan Syekh . Sebelum keluar dari Cirebon , Syekh dibantu oleh Ki Gedeng Tapa dan menitipkan putrinya ( Nyi Subang Larang ) untuk menjadikan anak sholehah ( santri ).
Pindahnya syekh ke Karawang pun tampaknya masih terdengar oleh Prabu Anggalarang karena wilayah Karawang masih bagian wilayah dari Pajajaran , kemudian Prabu Anggalarang mengutus putra mahkota yaitu Prabu Pamanah Rasa ( dikenal sebagai Prabu Siliwangi ) untuk membunuh dan mengusir syekh dalam penyebaran agama islam.

Setibanya di Karawang , Pamanah Rasa hendak membunuh Syekh akan tetapi langkahnya terhenti ketika santrinya ( Subang Larang ) sedang membacakan alunan ayat suci Alquran. Akibatnya , Prabu Pamanah Rasa merasa tertarik untuk meminangnya dan menjadikan istrinya akhirnya beliau menghadap syekh dan mengurungkan niatnya untuk membunuh dan mengusir syekh.

Syekh sendiri tidak bisa memutuskan dalam menikahkannya dengan Subang Larang karena merupakan hak dari Nyi Subang Larang. Namun hasilnya memuaskan , nyi Subang Larang mau dinikahkan dengan Pamanah Rasa namun ada beberapa syarat yaitu Tasbih (  itu merupakan simbol bahwa Pamanah Rasa harus masuk islam terlebih dahulu dan meminta keturunannya untuk diangkat menjadi raja.
Dari hasil perkawinannya dikaruniai tiga orang anak yaitu Rara Santang , Walangsungsang dan Kian Santan ( menyebarkan islam di Garut ).

Rara Santang kemudian menikah dengan Syarip Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam kemudian dikaruniai anak salah satunya adalah Syekh Syarif Hidayatullah yang kini dikenal dengan Sunan Gunung Jati dan raja pertama kesultanan Cirebon. Sedangkan saudara yang lainnya ikut menyebarkan agama islam di wilayah lain. Penyebaran islam di Jawa Barat khususnya Cirebon semakin pesat sehingga menjadi mayoritas hingga kini.

Kembali ke Syekh Quro , nama aslinya adalah Hasanudin , penamaan Quro karena beliau menguasai ilmu agama islam secara kaffah dan suaranya quro-nya sangat merdu sehingga banyak yang menjadi pemeluk islam berkat lantunan suara merdunya.
Kini makam Syekh Quro tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai daerah untuk mendoakan beliau dan dijadikan sebagai objek wisata ziarah unggulan di Karawang. Jika anda berniat untuk ke sana pastikan niatnya sesuai dengan ajaran islam dan tidak dijadikan sebagai tempat musyrik.

Sebagai catatan , artikel yang ditulis diambil dari berbagai referensi , untuk mengetahui lebih jelas anda bisa menanyakannya ke juru kunci makam saat melakukan perjalanan kesana , yang jelas semoga perjalanan beliau bisa menjadi contoh dan pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik , semoga pula beliau ditambah-tambah rahmat dan kenikmatan dari Allah. Amiiin. Alfatihah,,,

1 komentar:

  1. Quro, suara merdu. Orang jaman dahulu memanggil sesorang dari fisik atau dari suara yang mudah dikenalinya.

    BalasHapus