Home » , » Bincang Sejenak Tentang Makam Syekh Abdul Gofur Jongor

Bincang Sejenak Tentang Makam Syekh Abdul Gofur Jongor

Berada di sebuah bukit yang tersembunyi di Desa Cijedil Kecamatan Cugenang dapat kita temukan makam yang dipercaya masyarakat sebagai makam sholihin bernama Syekh Abdul Gofur Jongor.
Kompleks makam seluas kurang dari 1 Ha ini menyimpan nilai historis yang tinggi dan tempat berkumpulnya para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Cianjur hingga Brunei Darussalam. Alhamdulillah dalam keadaan luang waktu saya suka menyempatkan untuk mengunjungi makam ini sekaligus menanyakan kepada juru kunci , Apih Oji.
Menurut penuturannya , Syekh Abdul Gofur adalah keturunan dari Sunan Gunung Jati yang menikah dengan orang Banten , bisa dibilang beliau ini adik kakak ( beda ibu ) dengan Sultan Hasanudin Banten yang merupakan sultan pertama dari Kesultanan Banten. Beliau juga dipercaya sebagai guru dari Eyang Dalem Cikundul sebagai bupati pertama Cianjur yang kesohor itu.
Memang makamnya tidak sesohor Dalem Cikundul namun setiap hari lokasi makam ini tidak pernah sepi dari peziarah untuk mendoakan sosok beliau yang dikeramatkan. ” Sejak beliau wafat 400 tahun silam , makam ini merupakan makam asli ( bukan petilasan ) dan makam disekelilingnya merupakan makam putera-puteranya yang menjadi kepala kampung dan menyebarkan agama islam ” Ujarnya.
” Untuk ziarah ke makam ini , bacaannya harus ada Sholawat Nariyah ( minimal 11 kali ) dan Ayat Kursi ( minimal 1 kali ) kemudian dilanjutkan dengan bacaan lainnya, namun perlu diingat jangan minta ke makam ini , minta hanya kepada Allah” tegasnya.
Makam Syekh Abdul Gofur berdiri di sebuah bukit yang sangat rindang dan dibangun dengan bata seperti rumah , pohon besar , udara sejuk. Bangunannya terdiri dari dua bilik yaitu untuk peziarah perempuan dan laki-laki. Sebelum berziarah sebaiknya izin terlebih dahulu ke juru kunci. Dalam perbincangan saya dengan beliau diperlukan sebuah tatakrama berziarah ke orang soleh.
” Beliau ( Syekh ) pernah bilang bahwa siapapun yang berziarah kepadanya tanpa izin ke juru kunci maka beliau tidak ridho “. Hal ini menekankan kepada semua manusia pentingnya menerapkan adab tatakrama dan sopan santun.
Apih juga mengaku keturunan ke-8 dari beliau yang saat ini berusia 94 tahun dan murid dari ulama Cibeber Cianjur bernama Mama Ciharashas yang meninggak di mekkah dan satu komplek dengan makam ulama kesohor lainnya seperti Syekh Nawawi Al Bantani di Mekah “

0 komentar:

Posting Komentar